Rabu, 18 November 2015

Theology Religionum Part 3



Teologi Agama-agama Injili


Saran Injili Konservatif
Pendekatan akomodatif dalam hubungannya antara kekristenan dan agama-agama lain dalam masyarakat yang pluralistik, secara umum pendekatannya terhadap Alkitab bersifat konservatif dan ajaran Kristennya Ortodoks. Posisi akomodatif mencoba mempertahankan ajaran-ajaran Kristen yang eksklusif  dan unik di hadapan agama-agama non-Kristen. Namun di dalam kekhususan Kristen yang eksklusif tetap berprinsip toleransi dan mendengarkan pendapat agama-agama lain, yang dianggap lebih lemah.

Perhatian Umum
Diperlukan saling menghormati antar agama di dalam toleransi yang bersahabat meskipun tidak harus menghapuskan keunikan agama-agama itu sendiri, apalagi mengkompromikannya.

Pertimbangan Teologis
·         Alkitab adalah penyataan dari Allah yang tertulis melalui inspirasi verbal-plenary dan bersifat ineransi sebagai Firman Allah. Alkitab sumber dalam berteologi Kristen.
·         Kristus adalah wahyu khusus Allah yang diinkarnasikan menjadi Kepala gereja, Jalan, Kebenaran dan Keselamatan satu-satunya menuju keselamatan seperti yang diajarkan Alkitab.
·         Umat Kristen atau gereja bersifat khusus atas dasar penyataan Allah, namun tetap terbuka secara komunitas bagi orang-orang luar. Teologi Kristen adalah suatu sistem pemikiran Kristen tentang kepercayaannya berdasarkan wahyu Allah dan rasionalitas manusia yang dianugerahkan Allah, seraya mengakui keterbatasannya dalam memahami seluruh maksud Allah yang dinyatakan.

Teologi Religionum yang Akomodatif
Akomodasi adalah suatu sikap yang menerima pendapat atau pandangan atau kepercayaan orang lain yang berbeda. Menampung apapun dari luar, tanpa mengubah kepercayaan sendiri atau kompromi.
Inilah keunggulan pendekatan akomodatif dibandingkan eksklusivisme yang ekstrim dan inklusivisme yang sinkritisme, juga tidak setuju dengan prinsip pluralisme yang relativistik.
Pendekatan yang akomodatif adalah sikap yang ramah, baik hati, suka menolong dengan kejujuran, disertai penyesuaian diri dengan sekitar.
Teologi Religionum yang Apologetis
Mencoba mengadakan dialog dengan agama-agama dalam rangka menunjukkan kebenaran Kristen di dalam perbedaan-perbedaan yang paling unik dengan rasa hormat dan sikap lemah lembut.
Sifat dari tugas apalogetik yang lain adalah pemberitaan firman Allah atau kebenaran Allah secara positif.

Teologi Religionum yang bersifat Misi Kontekstual
Tugas teologi agama-agama yang misioner, berdasarkan sikap yang akomodatif dan apologetik terhadap agama-agama. Suatu misi yang kontekstual, bersifat kontekstual dengan situasi dan realitas yang dihadapi manusia. Mempersiapkan jembatan yang kontekstual dengan situasi (agama-agama) yang dihadapi, agar pendekatan lebih efektif dan efisien. Dalam hal ini tugasnya adalah mempelajari pandangan dunia untuk menemukan jembatan-jembatan yang dapat dipakai untuk persiapan pemberitaan Injil.

Sumber:
Togardo Siburian, Kerangka Teologi Religionum Misioner. Bandung: STT Bandung, 2004.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar