Jumat, 25 September 2015

TEOLOGI PAULUS


TEOLOGI PAULUS

A. Pengantar
1. Latar Belakang Kehidupan Paulus

      Lahir sekitar 3 AD dari keluarga terpandang
      Berkewarganegaraan Romawi (Kis. 22:28) dan berdomisili di kota Tarsus
   Besar dalam keluarga Yahudi yang ketat, disunat pada hari kedelapan, dan dari suku Benyamin (Flp.3:5)
  Dilatih di Yerusalem di bawah Gamaliel, seorang Farisi dan anggota terhormat dari Sanhedrin (Kis.5:34). Gamaliel adalah satu-satunya dari tujuh sarjana dalam sejarah bangsanya yang menerima sebutan “Raban” (tuan kami). Gamaliel adalah cucu Hillel, pendiri sekolah penafsiran yang memakai namanya.
      Paulus menjadi Farisi, pengikut ketat pada hukum tradisi Yahudi
  Oleh karena ketaatan yang ketat pada Yudaisme dan tradisi penatua menyebabkan dia menganiaya gereja.
 
2. Garis Besar Perjalanan dan Pelayanan

      Pada akhir tahun 33 atau awal 34 AD, Paulus menghabiskan beberapa bulan di Damaskus (Kis.9:23; Gal.1:17)
      Ketika lawannya berusaha untuk membunuhnya ia berusaha kembali ke Yerusalem (Kis.9:26)
      Tidak lama setelah itu, ia pergi ke kampung halamanya di Tarsus (kis.9:30).
      Ia menghabiskan 3 tahun di Arabia, bisa jadi dalam suatu bentuk pelayanan yang ia mulai langsung setelah pertobatannya.
      Setelah itu ia kembali ke Yerusalem (kis.11:30; 12:25; Gal.2:1-21)
      Di Yerusalem, Gereja mengkhususkan Paulus dan Barnabas untuk orang tak bersunat (Gal 2:7)

Penginjilan:
  • PI 1: mengabarkan Injil di Asia Kecil dan pulau Siprus. Orang Yahudi menolak Injil, di Asia Kecil Paulus memulai pelayanannya kepada orang non-Yahudi.
  • Pola PI Paulus:”diawali dgn PI kepada orang Yahudi dan non-Yahudi pengikut Yudaisme, baik yang porselit sepenuhnya atau yang asosiasinya lebih bebas, setelah ditolak oleh para pendengar di sinagoge, maka dilanjutkan secara PI secara langsung kepada orang non-Yahudi.”
  • Sidang di Yerusalem terjadi pada tahun 49 AD (Kis.15), hasilnya: orang non-Yahudi tidak dituntut untuk disunat. Keputusan itu penting untuk menjaga kemurnian Injil dan memisahkan hukum dan anugerah.   
  • PI 2 (thn 49-52 AD; dlm Kis.15:36-18:22), Paulus dan Silas melintasi Asia Kecil, kembali mengunjungi gereja-gereja, dan kemudian melanjutkan ke Eropa (Kis.16:11 dst).
  • PI 3 (thn 53-57 AD; dlm Kis.18:23-21:16), Paulus ke Efesus selama hampir 3 tahun, lanjut ke Makedonia dan Akhaya.
  • Ia di tahan di Yerusalem dalam perjalanan kembali dan di penjarakan di Kaisarea (58 AD; Kis.24:1-26:32). Paulus mengajukan banding ke Kaisar  selama dua tahun di penjara.
  • Paulus dibebaskan dari pemenjaraan pertama di Roma, ia melayani dari tahun 63-66, ia melakukan perjalanan sejauh Spanyol, dan kembali ditahan dan diekskusi di Roma pada tahun 67 AD (2Tim.4:6-8).



KRONOLOGI KEHIDUPAN PAULUS
Tanggal: AD
Peristiwa
3(?)
Kelahiran Paulus
18-30
Pelatihan di Yerusalem
33/34
Pertobatan
34-36
Di Arab
46
Di Yerusalem
46-48
Perjalanan Misi yang Pertama: Asia Kecil
48-49
Sidang Yerusalem
49-52
Perjalanan Misi yang Kedua: Asia Kecil dan Eropa
53-57
Perjalanan Misi yang Ketiga: Asia Kecil dan Eropa
58-60
Pemenjaraan di Kaisarea
60-61
Perjalanan ke Roma
61-63
Pemenjaraan di Roma
63-66
Pelayanan sampai ke Spanyol
66-67
Pemenjaraan di Roma dan ekskusi


SURAT-SURAT PAULUS
Ciri
Nama
Tgl.: AD
Asal
Teologi
Umum
Galatia
1 Tesalonika
2 Tesalonika
1 Korintus
2 Korintus
Roma
48
50
50
55
55
57
Antiokhia/Siria
Korintus
Korintus
Efesus
Makedonia
Korintus
Soteriologi
Dan
Eskatologi
Penjara
Efesus
Filipi
Kolose
Filemon
62
63
62
62
Roma
Roma
Roma
Roma
Kristologi
Pastoral
1 Timotius
Titus
2 Timotius
63
63
67
Makedonia
Korintus
Roma
Ekklesiologi



TEOLOGI PAULUS

1. Teologi Paulus tentang Allah
  • Wahyu tentang Allah.Teologi Paulus merepresentasikan sebuah gambaran yang tinggi berkaitan dengan Allah. Paulus memgambarkan Allah sebagai yang berdaulat, dan yang menyatakan diriNya sendiri melalui anugrah di dalam Yesus Kristus (Rm. 1:16-17; 3:21; 1 Kor. 2:10; 2 Kor. 12:7). Di mana melalui anugrah itu, tujuan Allah dari sejak kekekalan telam dinyatakan dalam waktu pada saat sekarang.
  • Allah telah menyatakan diriNya sendiri melalui penghakiman atas orang tidak percaya (Rm. 1:18; 2:5; 2Tes.1:7).Murka (orge) mengekspresikan, “kedalaman murka Allah terhadap dosa. Kemarahan ini berasal dari kekudusan dan kebenaran-Nya. Karena kekudusan-Nya, maka Allah tidak dapat mengabaikan dosa.”
  • Pernyataan Diri Allah dalam berkatNya.Allah menyatakan Dirinya sendiri dalam berkat-berkatNya yang mulia kepada orang percaya (Rm. 8:18-19; 1Kor. 1:7; 3:13; 4:5; 2 Kor.5:10 pahala).
  • Kedaulatan AllahPredestinasi (Yunani; proorizo) berarti “menentukan terlebih dahulu”. Predestinasi digunakan 6 kali dalam PB, dan 5 kali muncul dalam tulisan Paulus. 
           Kis 4:28 tentukan dari semula 
           Rm 8:29 ditentukan-Nya dari semula 
           Rm 8:30 yang ditentukan-Nya dari semula 
           1 Kor 2:7 telah disediakan 
           Efesus 1:5 telah menentukan kita dari semula 
           Efesus 1:11 dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu 

    Kemahatahuan (Yunani; proginosko) berarti “mengetahui sebelumnya, memilih sebelumnya” 
           Kis 26:5 mengenal 
           Rm 8:29 dipilih-Nya dari semula 
           Rm 11:2 dipilih-Nya 
           1 Pet telah dipilih 
           2 Pet 3:17 telah mengetahui hal ini sebelumnya 

    Pilihan (Yunani:eklegomai) berarti “memilih” 
           Mrk 13:20 telah dipilih-Nya 
           Luk 6:13 memilih 
           Luk 9:35 Kupilih 
           Luk 10:42 telah memilih 
           Luk 14:7 berusaha menduduki 
           Yoh 6:70 memilih 
           Yoh 13:18 telah Kupilih 
           Yoh 15:16 Akulah yang memilih kamu 
           Yoh 15:19 telah memilih 
           Kis 1:2 dipilih-Nya 
           Kis 1:24 Engkau pilih 
           Kis 6:5 memilih Stefanus 
           Kis 13:17 telah memilih nenek moyang kita 
           Kis 15:7 sejak semula Allah memilih aku 
           Kis 15:22 keputusan untuk memilih 
           Kis 15:25 untuk memilih dan mengutus beberapa orang 
           1 Kor 1:27 dipilih Allah utk memalukan org2 yg berhikmat 
           1 Kor 1:28 dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah 
           Efesus 1:4 Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan 
           Yak 2:5 Allah memilih orang2 yg dianggap miskin


SINERGISME VS MONERGISME
       Sinergisme adalah anugerah Allah dan perbuatan baik manusia dua-duanya saling bekerja sama untuk menghasilkan pembenaran.
Manusia berdosa masih bisa merespon untuk menerima Injil (diselamatkan).
       Monergisme adalah dimana hanya kedaulatan Allah yang mengakibatkan pembenaran. Orang berdosa tidak memiliki iman untuk menerima karunia Allah; maka iman itu pun merupakan pemberian Allah kepada mereka (yang Allah karuniakan).
Kolose  2:13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu
Efesus  2:5 kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan
Efesus  2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
Roma 3:9-11 tidak seorangpun mencari Allah

  • Adopsi (Yunani: huiothesia) berarti “menjadikan anak” (Ef.1:5),  upacara Romawi bagi seorang anak yang telah diadopsi kepada status dewasa dengan segala hak yang berkaitan dengan itu. Adopsi adalah hasil predestinasi Allah pada orang percaya sejak kekekalan.
  • Dipanggil (Yunani; kletos) menunjuk pada panggilan Allah yang efektif untuk keselamatan (Rom.1:1,7; 8:28). Ini merupakan panggilan Allah yang memampukan seseorang untuk percaya. Istilah ini berhubungan dengan pilihan yang tidak bersyarat (Allah memilih kita tanpa berdasarkan jasa kita).
  • Tujuan (Yunani; Protithemi) berarti “menempatkan sebelum” dan mengusulkan tujuan Allah dalam diriNya sendiri untuk meringkaskan semua dalam Kristus (Ef. 1:9-10).
  • Kehendak (Yunani: boule) menunjuk pada hikmat kedaulatan Allah pada waktu Ia bertindak berdasarkan kedaulatan dalam hal menjamin keselamatan orang percaya, tetapi juga tentang pekerjaan Allah dalam segala sesuatu, yaitu di mana semua sejarah berjalan sesuai kehendak Allah yang berdaulat.
  • Kedaulatan Allah:
          Sumber utama dari predestinasi adalah kemutlakan kedaulatan Allah.
          Tujuan predestinasi adalah keselamtan, dan isunya adalah pelayanan.
           Predestinasi tidak mengesampingkan tugas penginjilan.


2. Teologi Paulus tentang Kristus
  • Kemanusiaan. Paulus bukan hanya memberikan pernyataan-pernyataan yang paling kuat tentang keilahian Kristus, ia juga menekankan isu tentang kemanusiaan Kristus. Krsitus dilahirkan dari seorang perempuan (Gal. 4:4). Ia memiliki kemanusiaan dari ibu duniawiNya dan memiliki keturunan fisik dari Daud. (Rm. 1:3; 2Tim.2:8). Kristus juga sama sekali tidak berdosa (2Kor.5:21).
  • Keilahian. Suatu teologia yang telah berkembang penuh tentang keilahian Kristus dapat ditemukan dalam tulisan-tulisan Paulus. Penekanan paulus bahwa Kristus adalah “dari surga” (1Kor.15:47; 2 Kor.8:9) mengusulkan praeksistensi-Nya dan kekekalan-Nya. Paulus menyatakan bahwa kepenuhan keilahian ada pada Kristus (Kol. 2:9) Keilahian (Yunani;theotes) “menekankan natur keilahian atau esensi…Ia dulu dan seterusnya adalah Allah yang mutlak dan sempurna”. Kristus eksis dalam rupa Allah (Yunani;morphe) mengusulkan warisan karakter atau substansi esensial dari pribadi itu. Kristus dalam nature esensial eksis sebagai Allah.
  • Ketuhanan. Yesus disebut Tuhan adalah suatu studi yang penting karena sebutan Tuhan muncul paling sedikit 144 tambah 95 kali lagi dalam hubungan dengan nama Yesus Kristus. (1) Tuhan menunjuk pada keilahian-Nya (Rm. 10:9; 1Kor. 12:3; Flp.2:9). (2) Tuhan menunjuk pada kuasa (Flp. 2:9). Ketuhanan diberikan kepada Kristus “ yang sekarang setara dengan Allah dimanifestasikan secara khusus dalam fakta bahwa semua kuasa yang tidak kelihatan dari ciptaan tunduk kepada-Nya”. (3) Tuhan menunjuk pada kedaulatan (2Kor.4:5; Rm.14:5-9). (4) Tuhan menunjuk pada kerajaan Yesus dan pemerintahan-Nya (1Tim. 6:15; 1Kor.15:25).
3. Teologi Paulus tentang Roh Kudus
Teologi Paulus memberikan pembahasan yang panajng lebar, baik tentang Pribadi maupun karya Roh Kudus.
  • Pribadinya. Atribut-atribut Pribadi Roh Kudus berikut ini dibahas dalam surat-surat Paulus.
  1. Intelek. Roh Kudus menyelidiki hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah (1Kor.2:10) dan kemudian mengajarkannya kepada orang percaya (1Kor.2:13).
  2. Kehendak. Roh Kudus memiliki kehendak dimana di dalamnya ia mendistribusikan pemberian-pemberian “sesuai dengan kehendak-Nya” (1Kor.12:11). Roh Kudus memberi bukan berdasarkan kehendak manusia, tetapi berdasarkan kehendaknya sendiri.
  3. Emosi. Roh Kudus dapat didukakan (Ef. 4:30)
  4. Keilahian-Nya. Keilahian Roh Kudus terbukti dalam Ia menjadi pengantara seperti Kristus (Rm. 8:26-27,34) dan ia mendiami orang percaya bersama dengan Bapa dan Putra (Rm. 8:9-11).
  • Kuasanya. Tulisan Paulus juga meneguhkan banyak karya penting yang dilakukan Roh Kudus sebagai salah satu anggota pentang Tritunggal.
    1. Ia meregenerasikan. Roh Kudus membawa hidup baru kepada orang percaya (Tit. 3:5).
    2. Ia membaptis. Roh Kudus mempersatukan orang percaya dengan Tuhan mereka dengan menempatkan mereka ke dalam Tubuh Kristus (1Kor. 12:13). 
    3. Ia mendiami. Roh Kudus mendiami setiap orang percaya. 
    4. Ia memeteraikan. Roh Kudus memberi tanda identitas Allah dan kepemilikan atas orang percaya; ia adalah materai itu sendiri dan memverifikasi keselamatan mereka (Ef.1:13; 4:30).
    5. Ia memberikan karunia. 
    6.  Ia memenuhi. Roh Kudus mengontrol oranmg percaya pada waktu kondisi mereka dipenuhi. (Ef. 5:18) 
    7. Ia memberi kuasa. Roh Kudus memampukan orang percaya untuk hidup berdasarkan kuasa-Nya (Gal.5:16).

4. Teologi Paulus tentang Dosa
Paulus menggunakan sejumlah kata-kata Yunani yang berbeda untuk menjelaskan natur dosa:
  • Hamartia adalah kata umum yang digunakan untuk menjelaskan tindakan berdosa (Rm. 4:7; 11:27). Hamartia mengaitkan kematian Kristus dengan dosa manusia (1Kor.15:3). Dalam bentuk jamak, kata itu menunjuk pada akumulasi dosa (Gal.1:4), sedangkan dalam bentuk tunggal kata itu menunjuk pada keadaan berdosa (Rm.3:9,20; 5:20; 6:16,23). 
  • Paraptoma menunjuk pada langkah yang salah, dikontraskan dengan yang benar (Rm.4:25, Gal.6:1; Ef.2:1).
  •  Parabasis berarti melangkah keluar, suatu penyimpangan dari iman yang benar (Rm. 2:23; 4:15; Gal. 3:19). 
  • Anomia berarti tanpa hukum atau pelanggaran (2Kor..6:14; 2Tes.2:3). Dosa adalah sebuah hutang, mengusulkan obligasi manusia dan ketidakmampuan manusia untuk membayar hutang itu. (Ef.1:7, Kol.1:14). Hal itu merupakan bentuk penyimpangan dari jalan yang lurus. Dosa tanpa hukum dan menjadi pemberontakan (Rm. 11:30; Ef.2:2; 5:6; Kol. 3:6), yang menyangkut tindakan eksternal maupun internal.

Paulus menyatakan bahwa akibat dari dosa ialah kematian. Manusia digambarkan sama seperti orang mati. Oleh sebab itu, orang mati tidak akan dapat berbuat apa-apa. Bahkan untuk merespon Injil pun tidak dapat karena sudah mati. Jika manusia dapat merespon/menerima Injil itu karena Allah memampukannya (menghidupkannya terlebih dahulu).

Bandingkan dengan ayat berikut:
Efesus 2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
            2:2  Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu    mentaati  penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka
         

Kolose  2:13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat   secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita,
Oleh sebab itu, ketika manusia (umat pilihan) masih berdosa Allah telah menunjukkan kasih-Nya.
Roma 5:6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
Roma 5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.


Perbandingan 2 tokoh mengenai dosa:
Agustinus:
Dosa mengakibatkan kematian total. Manusia tidak memiliki kemampuan apapun. Tidak ada yang dapat dilakukan karena sudah mati.
Pelagius:
Manusia hanya tercemar (ibarat terkena polusi) dosa, sehingga ia tidak mati melainkan hanya "lemas" namun masih dapat berbuat sesuatu seperti: merespons, meminta tolong dll.

Apabila kita membandingkan dengan Teologi Paulus tentang dosa (menurut Alkitab), maka pandangan Agustinus sesuai dengan apa yang diajarkan Alkitab sedangkan ajaran Pelagius bertentangan dengan Alkitab.

5. Teologi Paulus Tentang Keselamatan

 Ciri khas teologi Paulus tentang keselamatan ialah terletak pada Kedaulatan Allah dalam memilih (predestinasi) umat pilihan-Nya untuk diselamatkan, dan dengan demikian menolak sebagian orang (untuk tidak diselamatkan).

Predestinasi (Yunani; proorizo) berarti “menentukan terlebih dahulu”. Predestinasi digunakan 6 kali dalam PB, dan 5 kali muncul dalam tulisan Paulus.
       Kis 4:28 tentukan dari semula
       Rm 8:29 ditentukan-Nya dari semula
       Rm 8:30 yang ditentukan-Nya dari semula
       1 Kor 2:7 telah disediakan
       Efesus 1:5 telah menentukan kita dari semula
       Efesus 1:11 dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu
  • Doktrin Paulus tentang soteriologi berpusat pada anugerah Allah; Allah yang berinisiatif dalam menyelamatkan manusia berdasarkan anugrah-Nya semata-mata. 
  • Karya penebusan Kristus memuaskan keadilan Allah dan membebaskan manusia dari ikatan dosa dan menyatakan pembenaran yang legal bagi orang percaya.
  • Pengampunan. Pada waktu Allah mengampuni pelanggaran-pelanggaran kita, Ia melakukan-Nya berdasarkan anugerah-Nya (Kol. 2;13). Diampuni (Yunani; charizomai) berarti “menganugrahkan berdasarkan kemurahan, memberikan dengan murah hati, mengampuni berdasarkan anugrah”. Kata itu erat kaitannya dengan kata anugrah. Kata lain dari paulus untuk pengampunan (yunani; aphesis) memiliki suatu arti dasar “membebaskan” atau “menyuruh pergi” tetapi secara teologis berarti “mengampuni” atau “membatalkan suatu obligasi atau hukuman” (Ef. 1:7; Kol.1:14). Anugrah Allah mencapai puncaknya dalam teologi Paulus pada waktu ia meninggikan kemuliannya, dimana Allah dengan murah hati telah membatalkan hutang dosa yang tidak dapat dibayar oleh manusia.
  • Penebusan. Kata penebusan (Yunani: apulotrosis) adalah istilah yang secara khusus dipakai oleh Paulus; kata ini digunakan 10 kali dalam PB, tujuh diantaranya ada dalam tulisan Paulus. Penebusan berarti membebaskan dengan cara pembayaran dengan suatu harga tertentu.
  • Pendamaian. Kata pendamaian muncul hanya empat kali dalam PB. Kata ini (Yunani: hilasterion) berarti mengalihkan, memindahkan atau mendamaikan. Hal ini mengindikasikan bahwa Kristus sepenuhnya memenuhi dan memuaskan tuntutan dari kebenaran dan kekudusan Allah. Melalui penumpahan darah Kristus, kekudusan Allah telah dipuaskan dan murka Allah telah dialihkan.
  • Justifikasi. Justifikasi secara khusus merupakan istilah Paulus. Kata kerjanya digunakan empat puluh kali di PB, tetapi Paulus menggunakan kata itu dua puluh sembilan kali. Justifikasi mertupakan tindakan legal, dimana Allah menyatakan bahwa orang berdosa yang percaya dibenarkan berdasarkan darah Kristus. Arti dasar dari justifikasi adalah “mendeklarasikan benar”. Beberapa hal lain dapat dipelajari tentang penggunaan justifikasi oleh Paulus; justifikasi merupakan pemberian anugrah Allah (Rm.3:24), hal itu dapat terjadi melaui iman (Rm.5:1; Gal.3:24), hal itu dimungkinkan melaui darah Kristus (Rm. 5:9), dan hal itu terpisah dari hukum Taurat (Rm. 3:20; Gal. 2:16; 3:11).


5. Teologi Paulus tentang Gereja
  • DefenisiKata gereja (Yunani; ekklesia) berari “memanggil keluar dari suatu kelompok.” Kata ini seringkali digunakan dalam pengertian teknis bagi orang percaya yang Allah panggil keluar dari dunia dan menjadi suatu kelompok khusus dari miliknya. Namun demikian, kata itu sewaktu-waktu digunakan dalam pengertian non teknis untuk menunjuk, misalnya, suatu kelompok (diterjemahkan “jemaat”), seperti di KPR 19:32. gereja digunakan dalam dua cara utama di PB,. Gereja universal dan gereja local. Paulus menggunakan istilah ini menunjuk pada tubuh Kristus, mak yang dimaksud adalah pengertian universal. Gereja menunjuk pada gereja local, yang dimaksudkan adalah suatu jemaat orang percaya tertentu dalam suatu lokasi dan suatu waktu tertentu.
  • PenjelasanPaulus menetapkan gereja sebagai suatu organisasi yang terdiri dari “struktur kompleks tubuh Kristus yang menjalankan aktivitas sehari-hari, hal itu dijalankan oleh masing-masing orang percaya, yang memiliki fungsi masing-masing tetapi saling bergantung dan diatur melalui relasi mereka dengan Kristus, sebagai Kepala gereja”
  • OrganisasiGereja adalah organisasi yang hidup, namun gereja juga adalah suatu organisasi, yang melibatkan jabatan-jabatan dan fungsi. Ada beberapa jabatan yang ditunjuk dalam PB. Jabatan penatua (Yunani; presbuteros) yang menekankan kedewasaan dan kewibawaan dan biasanya menunjuk pada pribadi yang sudah lanjut usia. Penatua ditunjuk sebagai pemimpin gereja-gereja local (! Tim. 5:17; Tit. 1:5). Istilah penilik (Yunani; episkopos) menunjuk pada pekerjaan pengembalaan yang dilakukan oleh penatua (1Tim.3;1). Istilah itu pada dasarnya memiliki arti yang sama, namun demikian penatua lebih menekankan pada jabatan sedangkan penilik kepada fungsi. Dan kedua istilah identik dengan gembala. Jabatan lain di gereja adalah diaken (Yunani; diakonos), yang artinya”pelayan”, dimana mereka juga terlibat pelayanan rohani, yang berada di bawah otoritas penatua. Kemudian jabatan lain yang disinggung sedikit dalam surat Paulus adalah penginjil dan guru.
  • Ordinansi. Meskipun topik baptisan merupakan hal utama dalam PB, namun hal itu bukan penekanan yang utama dalam teologi Paulus. Kata kerkja baptizo digunakan sebanyak delapan puluh kali dalam PB, tetapi Paulus hanya menggunakannya sebanayk enam belas kali dan hanya sebelas diantaranya menunjuk pada baptisan air. Sementara mengenai perjamuan, Paulus memberikan penjelasan yang rinci tentang Perjamuan Tuhan (1Kor. 11:23-34), dimana dia secara langsung menerima wahyu dari Tuhan. Paulus menyatakan bahwa Perjamuan Tuhan sebagai suatau peringatan dan mengutuk orang yang melakukannya secara sembarangan (1Kor.11:25).
6. Teologi Paulus tentang Akhir Zaman
  • Berkaitan dengan Gereja.Sejak Paulus menyediakan pengajaran baru yang signifikan tentang nature gereja, maka adalah tepat jika paulus memberikan pengajaran tentang konsumsi dari gereja, yaitu penjabaran tentang masa depan gereja. Paulus menunjuik pada penerjemahan gereja, dimana sebagian orang percaya yang masih hidup tidak akan mati, tetapi ditransformasikan lebih cepat dari sekejab mata (1Kor. 15:51-57). Paulus juga menjelaskan tentang rapture, kebangkitan, tubuh kebangkitan, dan kursi pengadilan Kristus.
  • Berkaitan dengan IsraelPaulus membahas tentang pemilihan Israel di Roma 9-11, menangisi penolakan Israel terhadap Mesias. Israel telah menerima hak besar tetapi mereka telah menolaknya, oleh karena kedaulatan Allah dalam memilih Israel, Ia tidak akan gagal dalam tujuan-Nya bagi bangsa Itu. Fakta bahwa Allah tidak akan meninggalkan umatnya adalah terbukti dengan fakta bahwa ada sisa orang Yahudi yang percaya, dimana salah satunya adalah Paulus.. namun demikian, pada waktu Israel dibutakan, itu adalah sementara. Paulus memperlihatkan masa depan pada waktu kebutaan Israel akan diangkat dan semua Israel akan diselamatkan (Rm. 11:1,5).
  • Berkaitan dengan duniaPada saat Paulus berbicara tentang pengharapan masa yang akan datang bagi gereja dan pertobatan Israel di masa yang akan datang, ia berbicara secara panjang lebar tentang penghakiman Allah di masa yang akan datang atas dunia yang tidak percaya. Paulus menggunakan istilah murka (Yunani;orge) untuk menjabarkan penghakiman Allah yang akan turun atas dunia. Ia menggunakan istilah ini sebanyak dua puluh satu kali di tulisannya dan lima belas kali dalam bagian lain PB. Paulus sering menggunakan kata ini untuk menjabarkan suatu masa depan “hari kemurkaan.” Ia juga mengidentifikasikan periode tersebut sebagai waktu dari manusia “murtad” dan juga “anak kehancuran”, yang akan muncul dan menninggikan dirinya sendiri sebagai Allah, yaitu antikristus. Akan tetapi ia akan dihancurkan pada saat kedatangan Kristus.

Literatur:

1. C. Marvin Pate, Teologi Paulus, Momentum, Surabaya.
 2. Charles Ryrie, Teologi Dasar, Penerbit Andi, Yogyakarta.
3. Chris Marantika, Eskatologi, Iman Press,Yogyakarta.
4. Donald Guthrie, Theologi Perjanjian Baru: Jilid 1-3; BPK Gunung Mulia, Jakarta.
5.   George Eldon Ladd, Theologi Perjanjian Baru: Jilid 2; Kalam Hidup, Bandung.
6.   Henry  C. Thiessen, Theologi Sistematik, Gandum Mas, Malang.
7.    J. Wesley Brill, Dasar Yang Teguh, Yayasan Kalam Hidup, Bandung.
8.      Leon Morris, Teologi Perjanjian Baru, Gandum Mas, Malang.
9.      Millard J. Erickson, Teologi Kristen Volume 3, Gandum Mas, Malang.
10.  Paul Enns, The Moody Handbook of Theologi, Literatur SAAT, Malang.
11.   Tom Jacobs, Paulus (Hidup, Karya dan Teologinya), Kanisius.

12. Wilmington, Eskatologi, Gandum Mas, Malang.

44 komentar:

  1. pak saya,,,kurang mengerti untuk membedakan Roh Allah dalam kitab, 1 Yohanes 4: 1-6 dan kitab wahyu 22: 6 tentang kedatangan Tuhan Yesus,,,,
    mengapa memakai kata roh dalam huruf kecil sedangkan dalam kitab 1 Yoh 4 memakai kata Roh dalam huruf besar ?.....tentang roh antikrs dengan

    BalasHapus
  2. Oktav..

    Berikut ayatnya:
    1 Yohanes 4:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
    4:2 Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,
    4:3 dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.
    4:4 Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.
    4:5 Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.
    4:6 Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.

    Jawaban:
    Roh Allah dalam teks ini adalah Roh Kudus, pada pasal 4:2 disebut roh adalah roh manusia yang percaya kepada Yesus, karena setiap manusia memiliki roh. Namun roh (awalan huruh kecil) pada ayat 3 dan 6 adalah roh antikristius (penyesat).

    Pada Wahyu 22:6 Lalu Ia berkata kepadaku: "Perkataan-perkataan ini tepat dan benar, dan Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi.

    "roh" yang dimaksud pada ayat ini adalah roh para nabi yang telah diperbaharui (dikuduskan). setiap "roh" orang percaya sudah dibaharui (dilahirbarukan) oleh Roh Kudus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oky pak..
      jadi, bagaimana pak sebagai kita orang yang percaya kepada Kristus untuk bisa ,membenadakan
      "roh"Antikristus.....
      sementara roh dalam kitab wahyu 22:6 juga memakai huruf kecil""
      ...Allah membrikan roh kepada para nabi,,,,itu yang menjadi persoalannya pak....?

      Hapus
  3. Pak saya mau bertanya tentang penyataan Allah melalui penghakiman atas orang tidak percaya?
    hubungannya apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yemima, coba pertanyaannya di format ulang krn sy belum mendapatkan intinya. Tks

      Hapus
  4. Apa hubungan penyataan Allah dengan penghakiman orang tidak percaya?

    terimakasih Pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yemima..
      Hubungan Penyataan Allah dengan penghakiman orang tidak percaya adalah penyataan Allah baik penyataan umum dan khusus akan menjadi bukti bahwa sesungguhnya Allah itu ada. Penyataan umum (alam semesta) menceritakan bahwa Allah ada, namun orang bebal tetap tidak percaya. Penyataan khusus (Alkitab dan Kristus) tetap tidak membuat orang bebal tidak percaya.

      Ibrani 1:1 Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,
      1:2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

      Orang bebal tidak akan percaya baik penyataan umum dan khusus, sehingga mereka akan dihakimi. GBU

      Hapus
    2. jadi, penghakiman ini Pak pada zaman sekrang atau pada akhir zaman?

      Terima Kasih Pak..

      Hapus
  5. Shalom Pak...
    Saya mau bertanya tentang Roh Kudus
    1. Bagaimana pandangan Paulus tentang kepenuhan Roh Kudus di jemaat mula-mula pada saat itu dan apa dampaknya pada gereja masa kini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wani...
      Pandangan Paulus tentang dipenuhi Roh Kudus terdapat dalam Efesus
      5:18 ... hendaklah kamu penuh dengan Roh.

      Dipenuhi Roh Kudus artinya menyerahkan diri dipimpin Roh Kudus. Paulus mengkontraskan antara dipenuhi Roh Kudus dengan keinginan/perbuatan daging.

      Galatia 5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
      5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
      5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.

      5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
      5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

      5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
      5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

      Jadi, dalam perspektif Paulus dipenuhi Roh Kudus adalah menghasilkan buah Roh. Dampaknya bagi gereja masa kini tentu Gereja yang bertumbuh adalah gereja yang menghasilkan buah Roh, di mana buah Roh menjadi saksi bagaikan suratan terbuka yang dapat dibaca oleh semua orang. Gereja masa kini harus lebih lagi meneladani jemaat mula-mula dimana cara hidupannya menjadi teladan, sehingga Tuhan menambahkan jiwa-jiwa yang diselamatkan terus-menerus. GBU

      Hapus
  6. syalom bapak
    saya mau bertanya tentang Roh Kudus
    1. orang yg sudah lahir baru tentunya sudah menerima Roh Kudus tapi bagaimana dengan orang yang sudah lahir baru belum bisa berbahasa Roh apakah tetap selamat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak setiap orang yang lahir baru "bisa" berbahasa roh. Karena bahasa roh adalah karunia, bukan tanda. Karena bahasa roh adalah karunia, maka tidak setiap orang yang sudah lahir baru "bisa" berbahasa roh. Namun yang pasti setiap orang sdh lahir baru pasti memiliki karunia.

      1 Korintus 14:1 Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.
      14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

      Bahasa roh bukan tanda, tetapi karunia. Jadi bagi kita yang tidak berbahasa roh jangan minder, tetapi tetap bersyukur karena Tuhan pasti mengaruniakan karunia yang lain. Setiap karunia diberikan oleh Tuhan untuk membangun pelayanan, dan tidak ada karunia yang lebih dari yang lain. GBU

      Hapus
  7. syalom pak
    iwan mau bertanya:
    1.Didalam hidup manusia terdapat 3 bagian yaitu tubuh, jiwa dan roh..ketika manusia itu mati tentunya roh itu akan kembali kepada Allah jika ia percaya dan tubuhnya akan menjadi tanah, dan pertanyaan saya JIWA ada dimana dan kemana jiwa itu akan pergi?
    2. roh kudus itu ada dalam diri manusia khususnya orang yang percya,, tetapi masih banyak orang percaya saat ini tidak bisa mengontrol emosi, keinginan untuk berbuat jahat, bahkan juga hamba-hamba Tuhan melakukannya, mengapa bisa seperti itu dan kapankah roh kudus itu bisa bekerja dalam diri kita?

    trima kasih pak Syalom.

    BalasHapus
  8. syaloom pak...^_^
    saya mau bertanya,
    1. Bagaimanakah dapat terjadi bahwa Allah yang kudus, dan mahakuasa menetapkan kejatuhan manusia, dosa, dan neraka ? dan apakah perbedaan antara kerusakan total dan kerusakan mutlak ?
    2. Dapatkah Paulus dipandang sebagai seorang calvinis, meskipun ia hidup berabad-abad sebelum Calvin ?

    BalasHapus
  9. shalom pak
    ,bapak saya mau bertanya tentang Roh Kudus
    1.apakah roh Kudus masih bekerja dalam hati orang percaya, meskipun mereka berbuat salah?
    2.apakah ada hubungan antara organisasi Gereja dengan organisasi masyarakat?

    BalasHapus
  10. Syalom pak

    Saya mau bertanya tentang :

    1. Bagaimanakah pandangan paulus tentang dosa manusia yang pertama. Apakah dosa manusia pertama itu mengakibtkan manusia lain hidup dalam dosa dan apakah paulus setuju tentang doktrin dosa warisan atau dosa turunan.
    2. Apakah ada perbedaan antara Bahasa Roh dengan Bahasa Lidah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Desman..
      Jawaban 1. Dosa mengakibatkan kematian total, baik pikiran, perasaan dan kehendak. Dan akibat dosa Adam maka semua manusia berdosa tanpa terkecuali. Baca dlm kitab Roma ttg dosa.
      2. Bahasa roh terdadapat dlm 1 Kor 14, dan berkata-kata dlm bahasa lain terdapat dlm Kisah Para Rasul pasal 2. Kalau bahasa lidah sy tidak temukan di dlm Alkitab. GBU

      Hapus
  11. syaloom pak,
    apakah ada pandangan paulus mengenai akhir zaman tentang postmilinialisme, premilinialisme, dan amilinialisme ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indramawarni...

      Ya pasti ada. Baca dlm 1 Kor 15 dan 1 Tes 4. GBU

      Hapus
  12. shalom pak.
    saya mau bertanya...

    Apa perbedaan antara talenta dan karunia roh?

    Apakah berbahasa lidah adalah bukti seseorang memiliki Roh Kudus?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Andri..
      Talenta adalah pembawaan seseorang sejak lahir; bakat: Allah yang menganugerahkan. Dalam hal talenta semua manusia tanpa membedakan baik orang percaya Kristus maupun orang di luar Kristus sejak lahir memiliki talenta, dan itu dianugerahkan oleh Allah. Sedangkan Karunia dalam pandangan Alkitab adalah pemberian atau anugerah dari Allah yang diberikan kepada setiap orang percaya (secara khusus) dengan tujuan untuk melayani Tuhan dan membangun jemaat.
      Bandingkan:

      1 Kor 12:4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
      12:5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
      12:6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.
      12:7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.
      12:8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
      12:9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.
      12:10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.
      12:11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.
      12:12 Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.

      Bahasa lidah bukanlah merupakan bukti bahwa seseorang memiliki Roh Kudus atau istilah yg lebih tepat adalah Lahir Baru. Semua orang yang percaya (lahir baru) pasti dimateraikan oleh Roh Kudus. Namun tidak semua orang percaya memiliki karunia bahasa lidah. Yang penting dipertegas adalah bahasa lidah adalah karunia bukan tanda atau bukti..! Jadi setiap yg sudah lahir baru memiliki karunia yang berbeda-beda. GBU



      Hapus
  13. syalom,,,bapak saya ingin tanyakan mengenai kerajaan sorga,apakah sejatinya kerajaan sorga itu,,,??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nelda..
      Kerajaan Sorga atau Kerajaan Allah adalah Pemerintahan Allah sebagai Raja yang hendak dilaksanakan di sorga maupun di bumi. Dengan kedatangan Yesus Kristus Kerajaan Allah sudah dekat (Mat. 4:17), bahkan berada "diantara kamu" (Luk. 17:21). Ia memberitakan "Injil Kerajaan Allah" (mis. Luk. 4:43). Demikian pula para murid-Nya (Luk. 9:2). Khususnya dalam Injil Matius terdapat "Kerajaan Sorga" yang searti dengan "Kerajaan Allah".

      Kerajaan Allah berkaitan dengan Kerajaan Millenium (Seribu tahun) di bumi di mana Yesus akan memerintah sbg Raja Damai besama orang2 percaya. GBU

      Hapus
  14. syalom bapak,
    saya mau bertanya:
    jika Allah hanya menyelamatkan yang dipilih_Nya, apakah Allah tetap dikatakan Tuhan bagi semua orang?.......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boslan...
      Allah adalah Tuhan bagi semua orang..! Bagi orang yang dipilih-Nya berarti Allah mengaruniakan anugerah-Nya dalam kasih-Nya dan kedaulatan-Nya untuk diselamatkan. Dan bagi orang yg binasa (orang yg tidak dipilih-Nya) maka Allah tetap Tuhan atas mereka di mana Ia akan mengadili mereka secara adil.

      Allah menyelamatkan orang2 yang dipilh-Nya berdasarkan kasih-Nya, ini adalah kasih karunia. Bagi org yg tidak dipilih-Nya hal itu merupakan penegakan kedailan-Nya. Pilihan Allah tidak pernah salah, tidak terkontaminasi dosa dan dipengaruhi oleh apapapun. Pilihan Allah itu kudus/suci dan adil. Apabila ada sebagian orang dipilih dan sebagian orang tidak dipilih itu merupakan Kedaulatan Allah yang suci. Dan tidak seorangpun yg dapat berkata tidak adil, atau mengapa org lain tidak dipilih. Justru orang yg tidak dipilih Allah sangat bersukacita, jikalau mereka tidak dipilih. GBU

      Hapus
  15. shalom bapak,
    ada hal yg saya mau ketahui:
    hari-hari ini pandangan tentang keselamatan sedang marak dipertentangkan oleh gereja-gereja, hamba-hamba Tuhan ataupun orang-orang percaya. menurut saya hal ini dapat membingungkan orang-orang percaya/jemaat. salah satu pandangan yang mengatakan keselamatan orang percaya bisa hilang jika tidak dijaga dengan sikap yang baik/benar di hadapan Tuhan, sementara manusia tidak ada yang sempurna menjalani hidup dengan tidak melakukan dosa, hal ini membuat beberapa orang percaya mnjadi takut dan ragu akan keselamatan yg telah mereka trima, ketika sudah melakukan dosa maka karna pandangan yang ditanamkan kepadanya bahwa jika tidak menjaga hidup dengan benar keselamatan akan hilang, hal ini justru membuat mereka jadi benar-benar hilang, karena merasa berdosa dan merasa tidak layak lagi serta berpikir keselamatannya telah hilang. mereka justru bersembunyi dengan tidak lagi mengikuti ibadah ataupun takut untuk datang kepada Tuhan. hal ini nyata yang sedang saya hadapi ditengah-tengah pelayanan saya. Tidakkah hal ini menjadi suatu yang membahayakan dan perlu diluruskan? bagaiman menurut bapak akan hal ini dan bagaimana kita menyingkapinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rini...
      Orang yang dipilih Allah tidak akan pernah terhilang, meski ia merasa dirinya terhilang. Tetapi jika ia adalah pilihan Allah maka meskipun sepertinya ia terhilang, pasti ia akan kembali (ditemukan Allah kembali).


      Yohanes 6:44 Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

      Namun yg harus dipertegas dan diajarkan kepada jemaat adalah bahwa orang pilihan Allah wajib mengetahui dan menyadari bahwa ia dipilih Allah. Dan orang yg sudah diselamatkan oleh Allah harus juga diajarkan bahwa ia sudah diselamatkan Allah, dan jaminan keselamatan itu pasti karena allah yg menjaminnya bukan manusia atau bahkan bukan dirinya sendiri. Yang menjaga keselamatan kita adalah Allah bukan kita manusia. Namun Allah mengerjakannnya di dalam diri kita orang percaya, seperti: kesetiaan dalam iman ini adalah buah Roh (Galatia 5:22 "kesetiaan). Meski kelihatannya secara kasat mata kita orang percaya yang menjaga iman (menjaga keselamatan kita), namun sesungguhnya Allah lah yg mengerjakannya di dalam kita.

      Pengajaran tentang keselamatan tidak hilang harus diajarkan kepada jemaat agar mereka tidak menimbulkan keragu-raguan dalam pemahaman. Oleh sebab itu konsep ini harus ditegakkan di dalam gereja. GBU

      Hapus
  16. syaloom bapak..saya luis mengajukan suatu pertanyaan yang menyangkutpaut dengan Allah.Didalam PL mengatakan bahwa Allah adalah roh (tanpa tubuh jasmani) barang siapa yang mau menyembahnya harus menyambahnya dalam roh dan kebenaran.dalam PB Allah yang awalnya roh sekarang telah menjadi daging yaitu yesus sendiri dalam hal ini yang menjadi pertanyaan saya adalah bagaimanakah Allah / yesus disaat ia bangkit kembali naik surga, dalam tubuh jasmani ataukah kembali dalam ke adaan Roh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Luis...
      Yesus ketika naik ke sorga dengan tubuh kemuliaan dapat dilihat oleh mata jasmani. Tubuh-Nya secara utuh (baik tubuh, jiwa dan roh) naik ke sorga. Demikian jg Ia akan kembali kelak dapat dilihat oleh mata jasmani. Kalau ada isu yg menyatakan bhw yg bangkit hanya dlm roh, itu merupakan kesesatan bertentangan dgn Alkitab dan Pengakuan Iman Kristen.

      Bandingkan dengan:
      KPR 1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
      1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
      1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

      GBU

      Hapus
  17. siang pak maaf.maaf ya.. kalau cara penyusunan kata- kata saya kurang sempurna. pak saya masih menyajukan satu pertanyaan lagi pertanyaan ini menyangkut paut dengan keselamatan.pertanyaannya adalah mengapa Allah tidak mengirimkan yesus disaat manusia pertama jatuh kedalam dosa mengapa harus menunggu bertahun - tahun sehingga keaadaan ini membuat dosa makin bertambah di muka bumi.?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aluizatulo..
      Yesus menjadi manusia dan mati di kayu salib merupakan rencana agung dari Allah yg Ia susun secara sistematis dan sangat indah. Yesus mati di kayu salib pun merupakan penentuan dari Allah. Dan peritiwa ini bukan berarti Allah terlambat dalam menyelamatkan manusia, sama sekali tidak. Karena justru dlm PL Allah menyediakan korban anak domba sbg simbol penghapus dosa.

      Pemahaman yg mengatakan bhw hal itu membuat dosa semakin bertambah adalah bertentangan denganFirman Tuhan.

      Bandingkan:

      1 Pet 1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
      1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.
      1:20 Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.

      Ayat 20 menegaskan bahwa Yesus telah dipilih sebelum dunia dijadikan sebagai korban penebus dosa. Dan Allah menyatakannya di dlm masa PB bukan pada masa PL, tentunya hal ini utk menggenapi PL. Baik prinsip PL dan PB semuanya adalah rancangan Allah semata. GBU

      Hapus
  18. syallom pak....
    saya kurang memahami...
    bagaimana Roh kudus kalua tidak turun bagi orang yang percaya dan apa yang kita lakukan bagi orang yang sudah percaya....pada zaman ini?
    dan hidupnya serti bagiman apakah ada bedanya bagi yang sudah menerima Roh kudus itu?..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fahuwusa..
      Kalau Roh Kudus tidak turun tentunya kita tdk mempunyai penolong dan penghibur yg sejati di dlm dunia ini. Namun hal ini tidak mungkin, atau lebih tepatnya adalah menghayal krn pada kenyataannya Roh Kudus sudah dijanjikan dan pasti dicurahkan. Org yg sudah menerima Roh Kudus tentu berbeda dgn org yg tidak. Perbedaannya yg paling prinsip adalah org yg sdh menerima Roh Kudus akan dipimpin Roh Kudus utk hidup dalam kebenaran Firman Tuhan, sedangkan org yg belum memiliki Roh Kudus ia akan berjalan sendiri dan tanpa arah tujuan serta tidak mampu utk hidup dlm Firman Tuhan, GBU

      Hapus
  19. syalom bapak,,,
    apakah panggilan efektif terjadi ketika lahir baru??dan apakah semua yang dipilih akan mengalami panggilan efektif???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nelda...
      Ya.. Panggilan Efektif terjadi pada peristiwa kelahiran kembali. Panggilan efektif sebagai momen di mana orang pilihan Allah yg terhilang kini ditemukan kembali. Dan semua orang yang dipilih Allah pasti mengalami panggilan efektif. GBU

      Hapus
  20. shalom bapa,
    saya bertaya tentang Dosa.
    dalam Teologi paulus bahwa keselamatan itu Tuhan sudah Tentukan sebelum dunia dijadikan, dengan melalui kematian Tuhan Yesus maka manusia dapat di selamatkan, artinya bahwa Allah sudah berdaulat atau Tuhan sudah tentukan dari semula, bahwa keselamatan hanya ada dalam diri Yesus Kristus.
    jadi pertanyaan saya bagaimana orang-orang yang ada dalam PL sementara mereka tidak mengenal Kristus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yustinus..
      Orang-orang beriman di dlm PL juga adalah orang-orang pilihan Allah. Tidak ada seorangpun yg beriman krn kebaikannya sendiri. Iman dianugerahkan kepada setiap orang2 pilihan-Nya.

      Memang orang-orang beriman di dlm PL belum mengenal Yesus krn memang Yesus belum menyatakan diri menjadi manusia. Namun keselamatan mereka sdh dicover di dlm prinsip2 Ibadah dlm PL seperti: korban2, dimana korban2 dlm PL itu mengacu pd Yesus yg adalah korban sejati. Jadi mereka tetap diselamatkan oleh Kristus krn Kristus adalah penggenapan dari korban2 PL.

      Bandingkan:
      Kolose 2:17 semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus

      Hapus
  21. syalom Bapak
    saya mau bertanya tentang kedatangan yang kedua kali. yaitu
    1. banyak pendapat mengatakan bahwa langit dan bumi yang lama ini akan berlalu atau lenyap, dan langait baru dan bumi baru akan datang, dan disisi lain ada yang mengatakan bahwa yang akan lenyap adalah keadaan bukan inti dan hakekatnya. jadi bagaimana tentang pendapat ini.
    2. berbicara tentang baptisan sekarang ini adalah salah satu yang sangat luar biasa diperdebatkan oleh setiap hamba Tuhan yang berasal dari setiap gerejanya masing-masing. dan hal ini menurut saya tidak akan selesai dibahas. jadi yang menjadi pertanyaan saya disini adalah apakah baptisan ini menyelamatkan, atau tidak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bandingkan dengan ayt berikut:

      2 Pet. 3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
      3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup
      3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.
      3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.


      Wahyu 21:1 Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi.

      Ada dua pendapat mengenai dunia baru yang digambarkan. Beberapa ahli merasa yakin bahwa Yohanes hanya berbicara mengenai langit dan bumi yang diperbarui. Yang lama akan dikuduskan , tetapi tidak dimusnahkan. Masalah yang sesungguhnya bagi Yohanes, menurut pendapat mereka, adalah penyucian moral dan buk an pernbaruan jasmani, meskipun pernulihan jasmani juga harus diikutsertakan. Dengan dernikian bacaan ini menggambarkan kembalinya manusia pada cita-cita yang belum terwujud ketika mereka diusir keluar dari Taman Eden.

      Meskipun para ahli pasti sependapat bahwa masalah yang pokok bagi Yohanes adalah penyucian moral, yakni penghapusan semua noda dosa dan pemberonta.kan, beberapa ahli menganggap bahwa istilah tersebut berarti "langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu" dan mengajukan argumentasi bahwa apa yang kita bicarakan dalam bacaan kita adalah benar-benar ciptaan baru. Hal ini tampaknya sesuai dengan bahasa yang digunakan Petrus. Ia menulis, "Langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap ... Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya." (2Petrus 3:10,12). Dengan kata lain, menurut pandangan tersebut, langit dan bumi sudah sedemikian kotor sehingga yang diperlukan adalah semacam air bah dalam Kitab Kejadian, pemusnahan dan penciptaan kern bali, tetapi kali ini pemusnahan tersebut dilakukan oleh api, bukan air. Pandangan yang kedua ini tampaknya paling sesuai dengan bahasa yang terdapat dalam Kitab Wahyu. Meskipun tujuannya adalah penyucian moral dan dunia, aspek moral dan fisik sangat erat kaitannya (yang barangkali mulai kita pahami dalam kesadaran ekologis kita) sehingga diperlukan perbaikan fisik yang besar dan ekstrim. Perbaikan itu begitu besar sehingga disebut penciptaan baru.

      Hapus
  22. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  23. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  24. selamat sore bapak..mksih ya atas jawabanya. selanjutnya luis mau bertanya lagi pertanyaan ialah:

    1.didalam kisah rasul 2:4 ayat ini berbicara bahwa orang-orang yang berkumpul penuh dengan roh kudus dan mereka mulai berkata - kata dengan bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan oleh roh kudus itu. dalam ayt selanjutnya bahwa orang-orang yang berkumpul menjadi heran karna rasul - rasul itu berkta-kata dalam bahsa mereka sendiri.dan berhubung dengan bahasa roh yang kita kenal sekarang, kata alkitab bahwa tidak ada yang mengerti bahasa itu kecuali Allah sendiri jadi pemahaman saya bahwa saat itu rasul - rasul itu kepenuhan roh dan tentu saja yang keluar juga adalah bahasa roh yang tak dapat dimengerti. jadi yang menjadi pertanyaan saya berhubung dengan ayt 4, apakah bahasa yang mereka gunakan saat itu merupakan bahasa roh atau bahasa manusia yang ada didunia ini.karna penjelasan ayt 8 mengatakan mereka berbahasa lain dan bahasa -bahasa itu, merupakan bahasa manusia yang dapat dimengerti. jadi saya minta bagaimana penjelasan bapa akan hal ini

    ,

    BalasHapus
  25. Luis...


    KPR 2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya


    2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
    2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
    2:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
    2:10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,
    2:11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."

    Dalam konteks KPR pasal 2, para Rasul berkata-kata dalam bahasa lain yg dapat dimengerti oleh manusia krn ini merupakan bahasa bangsa-bangsa yang pada waktu itu. Jadi ini adalah bahasa bangsa seperti bahasa Indonesia. GBU

    BalasHapus
  26. syalom pak...saya mau bertanya tentang karunia bahasa Roh didalam kitab 1Korintus 12:10 karunia untuk berkata-kata dengan bahasa Roh dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa Roh itu. kenapa kebanyakan gereja sekarang tau berbahasa Roh tapi tidak ada yang menafsirkan bahasa Roh itu sendiri? trus kenapa juga harus dipaksakan berbahasa Roh tersebut?..terima kasih Bapak

    BalasHapus