Sabtu, 08 Agustus 2015

Kristologi



 Doktrin Kristologi
Oleh: Junior Natan Silalahi

A.      DOKTRIN KRISTOLOGI DALAM SEJARAH
1.      Ebionits:
Yaitu kelompok yang percaya bahwa sifat ilahi kristus tidak asli atau Kristus tidak memiliki sifat keTuhanan yang sejati.
            Docetics:
Yaitu golongan yang berpendapat bahwa tubuh jasmani Yesus tidak real (tidak sama unsur-unsurnya dengan tubuh manusia).
            Arians:
Yaitu golongan yang berpendapat bahwa sifat ilahi Yesus Kristus tidak sempurna atau utuh. Sifat ilahi Yesus hanya antara jangka waktu pembabtisan dan penyaliban.
4.      Appolinarians:
Sifat manusia yang ada pada Yesus kurang sempurna, misalnya unsur ingatan dan cara berpikir hampir sama dengan manusia.
5.      Nestorians:
Teori yang berpendapat bahwa kedua sifat (Allah dan manusia) dalam diri Yesus Kristus tidak mungkin disatukan.
6.      Eutichians:
Berpendapat  bahwa dalam diri Yesus Kristus ada dua sifat yang sejati tapi sudah tercampur sehingga mengurangi mutu tiap-tiap sifat yang asli atau salah satunya.
7.      Orthodox:
Teori yang benar: satu Oknum dua sifat. Kristus adalah satu Oknum dengan dua sifat. Keduanya sejati (real), keduanya sempurna, disatukan.


Latar belakang teori 5 dan 6: lebih 2000 tahun sebelum Yesus, ada paham bahwa dapatlah dalam seorang diri manusia lebih dari satu jiwa. Kini menjadi paham Hinduisme. Dengan demikian keduanya dapat dipengaruhi dan terciptalah teori itu. Dua sifat pada teori Orthodox bukan dua jiwa, tapi jiwa itu bersifat dua. Satu Oknum – satu jiwa – dua sifat. Dalam paham Hinduisme, jiwa dan tubuh tak terikat erat. Tubuh hanya satu pinjaman dalam proses inkarnasi.
Pada tahun 325 teori 3 dan 4 di dalam suatu Konsili, dan pada tahun 451 teori 5 dan 6 ditolak. Kemudian muncullah penguatan doktrin Tritunggal dan diterima. Teori Orthodox diakui. Yesus bersifat Ilahi sempurna, manusia sempurna dan kesatuan-Nya dengan Allah dan Roh Kudus.

B.  Konsili
1.    Nicea 325 A.D
Dalam konsili Nicea, Kaisar Constantine hadir dan berceramah berlangsung dua bulan. Lebih dari dua ribu orang Kristen ikut di dalamnya. Lebih dari tiga ratus uskup. Dimana teori Arianisme ditolak dan menerima teori Orthodox.
2.    Chalcedon 451 A.D
Diadakan 126 tahun kemudian. Dalam konsili ini menerima doktrin Tritunggal yaitu Allah bersifat tiga Oknum. Tritunggal yang Esa.

C.  KRISTUS DI KEKEKALAN MASA LAMPAU
1.    Kekekalan-Nya
Ø  Mikha 5:1
Ø  Yesaya 9:5
2.    Perjanjian Baru
Ø  Yohanes 1:1
Ø  Yohanes 8:58
Ø  Kolose 1:15

D.      KEBERADAAN-NYA SEBELUM PENJELMAAN/PRA-INKARNASI
1.      Yohanes 1:15,18, 30
2.      Yohanes 3:13,16,17.
3.      Yohanes 6:33,58,60.

E.       KEILAHIANNYA YANG DINYATAKAN OLEH SIFAT-SIFAT-NYA
1.    Maha kuasa
Ø  Matius 9:6 ‘berkuasa mengampuni dosa’
Ø  Matius 28:18-20 ‘segala kuasa’
2.    Ke Mahatahuan (omni science)
Ø  Yohanes 2:24, 25 ‘mengetahui hati manusia’ Kis. 1:24 ‘mengetahui hati semua orang’
Ø  Yohanes 6:64 ’mengetahui siapa yang akan menghianati’
Ø  Yohanes 16:30 ‘mengetahui segala sesuatu’
3.    Ke Mahahadiran (omni present)
Dalam hal ini karena Yesus menjadi sama dengan manusia, Ia membatasi diri dalam hal kehadiran (presents). Misalnya ketika Ia berada di Betlehem sebagai bayi, maka Ia tidak ada di Mesir sebagai bayi. Dalam keadaan fisinya Ia membatasi diri, akan tetapi itu bukan berarti ia tidak mengetahui segala sesuatu karena Ia Mahatau (omni science).
Ø  Matius 28:20 ‘janji penyertaan-Nya’
Ø  Yohanes 1:48 ‘mengetahui Natanael’
Ø  Yohanes 14;18,20,23 ‘janji-Nya utk memenuhi orang percaya’
4.    Ketidak berubahan
Ø  Ibrani 1:1-12 ‘Yesus tetap sama’
Ø  Ibrani 13:18 ‘’tetap sama selama-lamanya’

F.       KARYA-NYA DI KEKEKALAN MASA LAMPAU
1.    Menciptakan dunia: Yohanes 1:2,3; bnd. Kejadian 1:2
2.    Menciptakan dunia, segala sesuatu ada di dalam Kristus: Kolose 1:15,17

Kenyataan yang tersirat dalam nama Yesus:
1.        Anak Allah
2.        Firman: Yohanes 1:1, 14
3.        Anak Manusia: Dan 7:13
4.        Penyelamat yang Diurapi

  
G.      TITLE TUHAN
Title yang paling sering digunakan, dengan pengertian teologis yang penting.
1.    Kyrios (kurios)
a.       Penguasa dalam segala aspek kehidupan
b.      Mengandung pengertian penghormatan dan kasih, contoh: Sir.
c.       Melukiskan penguasa resmi
d.      Dipakai utk Kaisar Romawi
e.       Dipakai utk dewa/dewi
f.       Kurios dalam LXX (Septuaginta) terjemahan dari istilah Yehovah atau Yahweh.
2.    Kurios dalam Perjanjian Baru
a.       Pemakaian yg sungguh berarti bagi manusia, cth: pemilik kebun anggur disebut kurios (Mat 20:8; 21:40; Mrk 12:9; Luk 20:13), Majikan/tuan (Mat 6:24; 16;13), Pemilik harta benda (Gal 4:1), Abraham dipanggil kurios oleh Sara (1 Pet 3:6).
b.      Pemakaian menunjuk keilahian dalam arti yang semurni-murninya: 150 kali Kurios dipakai utk Allah.
c.       Menunjuk langsung kpd Yesus selama masa hidup-Nya sbg manusia di Palestina.
d.      Pemakaian Kurios bagi Yesus sesudah kebangkitan-Nya
e.       Title Tuhan digunakan bagi Yesus berhubungan dengan kuasa-Nya, cth: berkuasa atas Sabath
f.       Kurios dipakai dlm suasana kebaktian dan doa (1 Kor 8;5,6; 10;2; Ef 5:19).
g.      Dogma Gereja mula-mula dimana keselamatan ialah pengakuan bahwa Yesus itu Tuhan (Rom 10:19; 1 Kor 12:3; 2 Kor 8:6). Martir mati syahid krn kepercayaan Yesus Tuhan.
3.    Anak Allah
a.    Bagi orang-orang Kristen mula-mula istilah Anak Allah digunakan tanpa ragu-ragu. Markus 1:1; Kis 8:37 dianggap sebagai fragmen pengakuan iman. Bnd. 1 Yoh 4:15; 1 Yoh 5:5; 1 Yoh 5:13.
b.    Bagi orang Yahudi istilah Anak Allah sederajat dengan Allah, inilah yang menyebabkan Yesus ditentang dan dibunuh ( Yoh 5:17-18; Mat 26:63,64; Mar 16:61,62; Luk 22:69,70; Yoh 19:7; Mat 27:42,43).
c.    Perjanjian baru membuktikan bahwa sebutan Yesus Anak Allah penting dan fundamental (Rom 1:3,4; 2 Kor 1:19; Ef 4:13; Ibrani 4:14; Ibr 6:6; 1 yoh 3:8; 5:20.
d.   Yesus memanggil Allah sebagai Bapa-Nya, merupakan hubungan yang istimewa di dalam doktrin Trinitas. Yoh 3:35-36; 5:22-23; 6:40; 2:16.
e.    Yesus Anak Allah ditegaskan oleh Bapa sendiri pd waktu pembaptisan dan pemuliaan di gunung.

4.    Firman atau Logos
Dalam Yohanes 1:1:
Ø  Kata kunci ialah: ‘pada mulanya’ atau enarche yang tanpa artikel. Jadi tidak ada suatu titik tertentu sebagai permulaan Logos.
Ø  Kata kerja ‘adalah’ berasal dari kata ‘en’ dalam bentuk ini perfect dari kata kerja ‘to be’. Ini menunjukkan keberadaan di masa lampau tapi tak terhenti pada suatu titik. Ini merupakan eksistensi continiu (continued excistenze). Jadi eksistensi Logos itu bukan saja tak ada titik mulanya tetapi juga tidak ada titik akhirnya.
Ø  Kata ‘bersama’ (dengan Allah) terjemahan dari kata ‘pros’ yang arti harfiahnya ialah berhadap-hadapan (face to face) atau muka bertatap muka. Hal ini menunjukkan adanya persatuan antara kedua pribadi itu dan bukannya sekedar persahabatan. (Communion bukannya companion ship). Tetapi Theos dan Logos di sini memakai artikel. Jadi kebersatuan itu juga memiliki kepribadian yang defenitif.
Ø  Kata Theos dalam ayat pertama bagian kedua tak memiliki artikel, yang artinya bahwa Firman dan Allah itu adalah satu zat ke-ilahian-Nya dan sama, Firman itu Allah adanya.


H.  YESUS KRISTUS DALAM PERJANJIAN LAMA
Perjanjian Lama memperlihatkan aspek Kristologi dari segi nama yang dinamakan bentuk-bentuk Theophany di dalam Perjanjian lama dan nubuatan Perjanjian lama tentang Kristus.
1.    Elohim, Yesaya 9:5-6 ‘Allah (Elohim) yang perkasa’ sama dengan istilah Theos dalam Perjanjian Baru (Bnd. Rom 15:6; Ef 5;5-20; 2 Pet 1:1).
2.    Yahweh, Zakharia 12:8-10 pembicaraan di sini dilakukan oleh Yahweh tentang Mesias yang akan datang. Kata ‘KU’ menunjuk bahwa Kristus adalah Yahweh. Bnd Wahyu 1:7. Mazmur 68:19 pernyataan tentang Yahweh ini di dalam PB dinyatakan sebagai suatu kenyataan yang dialami Kristus (Ef 4:8-10). Maleakhi 3:1 menyatakan sikap Allah tentang Bait Allah digenapi di dalam Matius 12:6; 21:12-13.
3.    Adonai, artinya Tuhan maupun Tuan dalam Mazmur 110:1 juga terdapat dlm PB (Mat 22:44; Mar 12:36; Luk 20:43; Kis 2;34-35; Ibr 1;13; 10:1). Malaikat Yahweh dinyatakan sebagai Allah (Kejadian 16:7-13; 22:15-18; 48:15-16.

I.     TYPOLOGI KRISTUS DALAM PL
a.    Pribadi-pribadi dalam PL sebagai tipe Kristus (Harun, Habel, Adam, Benyemin, Daud, Ishak, Yusuf, Yosua, Melkisedek, Musa).
b.    Peristiwa yang menjadi tipe Kristus: pakaian Adam dan Hawa, penyelamat Bahtera, pembebasan dari Mesir, perhentian di Tanah perjanjian)
c.    Perayaan-perayaan dan lembaga-lembaga (korban: Im 17:11; Kej 44:4; 22:7, keimaman PL: Ibr 7:24; 8:1-5; 5;1-4, perayaa-perayaan: Im 23 ada 7 perayaan)
d.   Perkara-perkara lain: Tabernakel, tongkat harun, ular tembaga, batu karang, bahtera Nuh.

J.     KRISTUS DI DALAM NUBUATAN PL
Pola prinsip nubuatan Mesias menurut Dr. John Walvoord:
a.    Pernyataan bersifat umum tapi tepat mengena hanya pada Mesias cth. 1 Sam 2:35
b.    Nubuatan khusus tentang Mesias/tanda khusus cth. Yes 7:14 (pernyataan khusus seperti seorang perempuan mengandung/tanda perawan yaitu Maria dan Imanuel).

Nubuatan tentang silsilah Mesias:
1.      Kej 3:15 - Mesias
2.      Kej 4:25 - dari keturunan Set
3.      Kej 6:9 – melalui Nuh
4.      Keturunan dari abraham
5.      Kej 17:19 – melalui Ishak
6.      Kej 28:14 – melalui Yakub
7.      Kej 49:10 – Yehuda
8.      2 Sam 7:12-13 – melalui Boas, Obed, Isai
9.      Mat 1:12-16 dan Luk 3:23-38 – silsilah Yesus

K. INKARNASI TUHAN YESUS
Kata Inkarnasi tidak ada dalam Alkitab bahasa Latin, namun asal katanya ‘in carne (en sarke) = dalam daging. 1 Yoh 4:2; 2 Yoh 7; Rom 8:3; 1 Tim 3:16; 1 Petr 4:1; 3:8; Ef 2;15. Defenisi: Pribadi kedua dari Tri Tinggal mengambil bentuk menjadi manusia. Anak Allah menampakkan diri menjadi daging. Filipi 2:5-11, tindakan Tuhan Yesus Anak Allah menjadi manusia.
Dalam bahasa Yunani ‘kenosis’ artinya mengosongkan diri (menghampakan). Dalam ayat 6 menyatakan bahwa Kristus berada ‘dalam rupa Allah’. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan ‘existing in the form of God’. Kata yang dipakai bagi istilah ‘dalam’ atau ‘existing’ bukanlah istilah umum ‘en’ bentuk verb to be (adalah) melainkan istilah ‘hyparchon’.

1.    Hyparcon: keberadaan
Bentuk kata kerja ini dari segi waktu ada dua hal: -bentuk present (dulu ada, dan sekarang terus ada), -Participle: dulu ada di masa lampau dan terus menunjukkan keberadaan di masa kini.
2.    Ekenosis: berasal dari kata ekenosen (aorist), dari kata kerja keneo = mengosongkan. Istilah mengosongkan sebenarnya kurang tepat, KJV lebih mendekati ‘made himself nothing’, berarti Yesus menghampakan diri-Nya dari pemanifestasian keilahian-Nya.
3.    Labon: dari kata ‘lamban’ = telah mengambil = taking. Bentuknya adalah strong aorist = sekali di masa lampau. Dalam konteks ini Ia menambahkan bentuk manusia tanpa mengurangi sesuatu.
4.    Morphe: ‘rupa’ – ‘form’ ayat 6, 7. Morphe adalah bagian terkecil mempunyai nilai intrinsik. Sifat intinya (esensinya) dibicarakan di sini. Ayat 6: nilai intrinsiknya ialah Allah, ayat 7: penambahan-Nya ialah sifat hamba dan sifat manusia sejati.
5.    Homoiomati: artinya ‘sama dengan’ yaitu dalam rupa dan sifat-sifat serta tindakan-tindakan manusia.
6.    Schemati: ‘keadaan’. Lebih menunjuk pada keadaan luarnya atau refleksi-refleksi yang dialami karena pemilikan bentuk/rupa/sifat hakiki kemanusiaan, misalnya: rasa lelah, rasa haus dan lapar.

Arti seluruhnya adalah PEMBATASAN MANIFESTASI KEILAHIAN’.
Dari penghampaan: PENAMBAHAN SIFAT HAKIKI KEMANUSIAAN MANIFESTASI DALAM SATU PRIBADI.
Tujuan Penjelmaan-Nya:
1.      Menyatakan Allah kepada manusia (Yoh 1:18) Pencipta = Creator. Yesus Kristus adalah Penyataan/wahyu (revelation) khusus.
2.      Menyediakan korban bagi dosa manusia (Ibr 10:1-10).
3.      Menghancurkan pekerjaan setan (1 Yo 3:8).
4.      Menjadi Imam besar yang Rahmani (Ibr 5:1-2).
5.      Memenuhi perjanjian kepada Daud (Luk 1:31-33).
6.      Memberikan teladan kepada orang-orang percaya (1 Pet 2:21).

Keadaan pribadi Penjelmaan:
1.      Keilahian yang tidak luntur, ada pembatasan dari dalam praktek.
2.      Kemanusiaan yang sempurna (Ibr 2:14). Ini aspek yang ditambahkan kepada-Nya.
3.      Kedua sifat terjalin menjadi satu selama-lamanya. Kinipun di surga Ia memiliki kedua sifat itu, tubuh-Nya diubah menjadi tubuh kebangkitan (mutunya).

Pendapat-pendapat yang salah tentang Kenosis:
1.      The absolute dualistic type, membedakan antara immanent attributes (sifat-sifat imanen) dan transcendent attributes (sifat-sifat yang absolute). Menurut penganutnya sifat-sifat dan kemahakuasaan Kristus dilepaskan waktu menjadi manusia. Tokohnya: Thomasius.
2.      The absolute metamorphe, tokoh pendukungnya: Gess. Agak radikal. Menganut paham bahwa sifat ilahi Yesus ditanggalkan waktu menjelma dan sedikit demi sedikit diperoleh kembali pada umur 12 tahun. Namun mereka dipihak lain menekankan bahwa Kristus menambah bukan sifat Adam saja tapi sifat keberadaan Super Adam, artinya lebih dari Adam tapi kurang dari Allah.
3.      The absolute semi metamorphic type, oleh Egrard yang mengatakan bahwa keilahian Yesus itu diubah secara disamarkan agar nampak sebagai bentuk kemanusiaan. Bentuk keberadaan-Nya berubah dari bentuk Allah kepada manusia, dari kepribadian yang kekal ke dalam kepribadian yang temporer. Penyangkalan keilahian yang jelas. Kristus hanya menyamar sebagai manusia, tetapi bukan sungguh-sungguh sama menjadi sama manusia.
4.      The real but relative type, berpendapat bahwa Kristus masih sungguh-sungguh Allah, tetapi beberapa unsur kepribadian sudah dikurangi. Kristus dianggap mengurangi pengalaman-Nya ke dalam kesadaran kemanusiaan. Ada penyerahan keilahian untuk tunduk ke bawah kuasa/pengaruh kemanusiaan-Nya sehingga ia terbatas sebagai manusia.
Kehidupan Kristus di dunia:
1.      Kelahiran-Nya
2.      Tiga puluh tahun yang tak diketahui (Mat 2; Luk 2). Dari usia 12 tahun sampai usia 30 tahun Alkitab tidak menjelaskan.
3.      Pendahuluan pelayanan Yesus, mencatat pelayanan Yohanes pembaptis (Mat 3:1-4, 11; Mar 1:1-3; Luk 3:1-4; Yoh 1:19-2:12). 
4.      Pelayanan mula-mula di Yudea (Yoh 2:13-4:42). Dicacat hanya oleh Yohanes. Yoh 2;13-25 penyucian Bait Allah, diikuti pembicaraan dengan Nikodemus.
5.      Pelayanan di Galilea (Mat 4:12-18:25); Mar 1:14-19:50; Luk 4;14-9:50.

Kemanusiaan Yesus:
Doktrin kemanusiaan Yesus sama pentingnya dengan keilahian Yesus. Mereka yang menolak kemanusiaan sejati Kristus seperti halnya golongan “Christian Science” modern sama saja menolak keyakinan dasar kekristenan, sama halnya menolak keilahian Yesus.
Pentingnya azas kemanusiaan Yesus Kristus karena pada hal ini tergantung: Realitas kematian-Nya di salib; pernyataan bahwa Ialah Mesias israel, kenyataan bahwa ia memenuhi janji Allah kepada daud yaitu bahwa Kristus akan duduk pada tahta Daud, dan jabatan Yesus sebagai nabi dan imam.
Ia memiliki tubuh jasmani, lahir dari seorang perempuan (perawan)  Gal 4:4, bertumbuh menjadi dewasa, bisa dilihat dan dijamah, Ia tak berdosa (Ibr 4:15). ia mempunyai nama sebagai manusia, Ia mati.

The Impeccability of Christ;
Paham yang memegang bahwa Yesus dapat berdosa disebut PECCABILITY, sedangkan paham yang memegang bahwa Yesus tidak dapat berdosa disebut IMPECCABILITY (non potens peccare).

Kematian Yesus:
Kematian Kristus mendemonstrasikan/memperlihatkan cara Allah menyelamatkan manusia, sedangkan kebangkitan-Nya menunjukkan kemenangan atau keunggulan cara Allah itu (1 Kor 1:23; 1Kor 15:14, 17), Roma 8:34 ‘jalan kehidupan adalah kematian’ Yoh 12:24.

Penolakan-penolakan kebangkitan:
1.      Stolen body theory: murid mencuri tubuh Yesus. Tanggapan: kenyataan murid-murid takut, sembunyi, kubur dijaga, murid kaget berita kebangkitan dan bahkan awalnya membantah hal ini.
2.      Swoon theory:  Yesus pingsan saja di kayu salib, setelah dikuburkan hidup lagi. Sanggahan: Bagaimana batu bisa digeser?
3.      Wrong tomb: wanita-wanita masuk ke kubur lain. Sanggahan: kalau salah kubur tentu akan ditunjuk  jenazah-Nya..
4.      Vision theory: hanya suatu vision saja. Sanggahan: kalau hanya vision maka jenazah tetap ada di kubur.
5.      Telegraph theory: hanya komunikasi rohani saja antara Yesus dan murid-murid.
6.      Legendary theory: mitos, cerita dongeng tentang adanya Yesus.
7.      Hyperbolic theory: melebih-lebihkan sehingga seolah-olah Yesus bangkit.
8.      Amnihilation theory: murid-murid menghancurkan jasad Yesus.

Sifat tubuh kebangkitan Yesus:
Tubuh sejati, dikenali oleh murid-murid (Mar 16:14; Yoh 20:18; 1 kor 9;1). Tubuh yang dipermuliakan/transcendent diubah, lain. Pembatasan diri ditiadakan (Yoh 20:19-20; Luk 24:31,33,34. Sesudah kenaikan dipermuliakan lebih lagi Kis 7:59; 9:3-6; Wah 1.
Kenaikan ke Sorga:
1.      Secara perlahan-lahan
2.      Kelihatan dengan mata manusia
3.      Secara jasmaniah yang normal
4.      Seterusnya disambut dengan awan.




DAFTAR PUSTAKA
    1. Berkhof, Louis. Teologi Sistematika. Jakarta: Lembaga Reformed Injili Indonesia, 1996.
    2. Dowell, Josh Mc dan Don Steward. Jawaban bagi pertanyaan orang yang belum percaya. Malang: Gandum Mas, t.t.h.
    3. Drane, John. Memahami Perjanjian Baru, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2001.
    4. Marantika, Chris. Yesus Kristus Allah, Manusia Sejati. Surabaya: PASTI dan YAKIN, 1983.
    5. Muncaster, Ralph O. Bukti Nubuat Sang Mesias. Batam: Gosperlt Press, 2002.
    6. Ryrie, Charles C. Teologi Dasar 1. Yogyakarta: Yayasan Andi, 1991.
    7. Sigar, Sutoyo L. Yesus Kristus Allah, Manusia Sejati. Surabaya: PASTI dan YAKIN, 1983.
    8. Sproul, R.C. Kebenaran-kebenaran Dasar Iman Kristen. Malang: SAAT, 1997
    9. Sutarman, T. Yesus Kristus Allah, Manusia Sejati. Surabaya: PASTI dan YAKIN, 1983.
    10. Thiessen, Henry C. Teologi Sitematika. Malang: Gandum Mas, 1992.
    11. Tim Penyusun. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid I. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 1998.
    12. Tim Penyusun. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid II. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 2001.
    13. Walvoord, John F. Yesus Kristus Tuhan Kita. Surabaya: YAKIN, t.t.h.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar